Popular Post

Popular Posts

Posted by : Unknown Jumat, 28 Agustus 2015

Lanjutan Kesedihan
Senja ini aku dingin. Padahal senja kemarin aku hangat. Entah apa yang kurasa senja esok. Kepalaku tertahan . Oleh akar tanaman hias di pot – pot asramaku. Pikiranku hanyut terbawa angin. Oleh kipas angin kamarku. Lalu jemuranku semakin basah. Bukannya kering. Mungkin karna teplek sepatuku yang semakin kotor. Oleh becek genangan di depan kelasku. Seragam seninku semakin menguning. Kusam. Karna keringat. Daki. Debu.
Ternyata di dalam pot tanaman hias lain. Ada kepala – kepala lain yang ikut tertanam. Ada juga. kepala yang tergantung di tangkai pohon gerseng. Sekedar ikut tenggelam di empang ikan. Atau terlelap di gazebo dekat hutan sekolah. Tapi masih ada yang lain. Yang bersembunyi di buku catatan guru BK. Membaluti diri di bawah tanda tangan kepala sekolah. Bernyanyi di dalam kartu pelajar. Bahkan nongkrong di sofa Tata Usaha.
Sekarang masih senja. Aku berusaha. Membusakan suasana. Tak pelak hatiku yang berbuih.                  Plok plok plok plok. Satu persatu buihku pecah. Namun menggelembung lagi jutaan. Kemudian terdengar lagi Plok plok plok plok yang lain. Beradu. Membuat simfoni. Suramkah?.
Saat aku berjalan menutup senjaku. Kurasa ada yang mengelitik kakiku. Kusadar. Itu angan yang menebar diri di ubin selasar. Kucoba sapa mereka. Diam. “ Mulutmu lebih besar dari usaha “. Matanya yang berbicara. “ Apa yang kau lakukan untuk sekarang?”. Siapa yang mengijinkanmu bertanya?. Dengan mata semunya itu. Kutinggalkan mereka. Rasanya mereka telah sampai puncaknya. Depresi.
Ternyata senja telah berlayar ke pulau lain.
Dan ingin kututup.
Benar – benar. Semua.
Kesedihanku karenamu.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 230699 - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -